Puisi Galau

 

 

Lima Kumpulan Puisi Galau Terbaik, Comment Yak Heheh

Puisi Galau – Puisi galau merupakan puisi yang bercerita tentang kegalauan hati, bimbang, resah, gelisah dan gundah gulana, dan kata galau memang sekarang lagi menjadi sebuah trend dikalangan anak muda sekarang, entah ga tahu kenapa Kata Galau ini di jadikan sebuah trend Orang yang sedang resah atau sedih, sampai-sampai kata Galau ini dijadikan sebuah jargon oleh Provider telekomunikasi dan menjadi banyak perbincangan di kalayak Maya.
Mungkin bagi anda yang sedang Galau alangkah lebih baiknya kegalauan anda dituangkan dalam bentuk tulisan ataupun sebuah rangkaian Puisi yang indah supaya Galau anda bisa bermanfaat bagi dunia kesenian Indonesia ini.
Nah, untuk sobat yang mungkin tengah mengalami atau mungkin mempunyai pengalaman/kenangan yang serupa seperti halnya judul-judul puisi yang ada, semoga deeh puisi-puisi di bawah ini bisa menemani saat-saat / proses dimana kita ingin melepaskannya (melepaskan kenangan), dan sebagainya – Puisi Galau.

PUISI PERTAMA

Aku seperti kehilangan kaki untuk berdiri

Aku seperti kehilangan mata untuk melihat

Bagaimana cara aku melupakan kamu…

Harus dimana aku tempatkan diri ini jika bertemu kamu…

Yang aku tau, janji dan impian kita tak mungkin lagi bisa terwujud,..

Yang aku tau semua hal yang dulu manis, kini berubah menjadi sangat menyakitkan..

Entah mengapa kamu berubah hati padaku..

Entah mengapa tak ada kesempatan kedua untukku..

Entah mengapa begitu mudah kamu putuskan cinta kita..

Bahkan entah mengapa sampai saat ini kamu tak pernah katakan, apa salahku..

Padahal sudah kugantungkan seluruh harapanku padamu..

Padahal sudah kuserahkan segalanya untuk kamu..

Walau kadang terkesan hati ini mengiba atas cintamu..

Entahlah, mungkin memang semua ini harus berakhir sampai disini..

Mengapa aku berfikir, jalan ini terlalu pahit dan rumit untuk kulalui…

Mengapa kadang aku berfikir tak ada lagi hari yang harus aku lalui..

Apakah harus kuakhiri hidup sampai disini..

Mungkin, lebih baik aku mati…

PUISI KEDUA

Senja yang hadir
Seakan menggoyak jiwa…
Berbaring sesosok diri yang ceria
Hati merekah sejuk nan indah
Berharap temukan mimpi sang malam
Hiruk pikuk dalam diri
Tersiram manis senyummu
Engkaulah, duhai kekasih
 Harapan dalam hidupku
Hanya kaulah pengobat hatiku
Yang kan hiasi hari-hariku
Kasihku, harapanku
Ku harap kau takkan kecewakan aku
dalam mihrab cinta yang kita rajut menjadi satu . . .

PUISI KETIGA

Maaf kasih…
Bila ku t’lah menenggelamkanmu di pekatnya duka…
Namun s’mua hanya demi kebahagianmu walau meski tanpaku…
Walau tanpa kebersamaan kita…

S’mua t’lah ku akhiri disini…
Di ujung jalan terjal nan berbatu tajam…
Usai sudah jalinan kita kasih…
Walau diantara kita masih ada rasa sayang…

Bencilah diriku seumur hidupmu…
Yang t’lah menghapus s’mua jejak indah kita…
Disaat cinta kita memuaikan setapak jalan kebekuan…
Disaat menghangat bara di tungku di relung hati kita…

Namun…
Sekali lagi s’mua ku lakukan karena ku sayang kepadamu…
Karena ku terlalu cinta kepadamu…
Bukan karena kita saling berbeda…

PUISI KE EMPAT

Terlalu berat melepaskan mu dar hatiku
Terlalu mudah membohongi perasaan ini
Ketika mulut ini berbicara
Hati ini merasa tersayat

Kenangan itu..
Terlalu indah untuk ku hapus dari memory otak ku

Walaupun kebencian ku memuncak padamu
Tapi entah mengapa rasa sayangku pada mu tidak bisa memudar

Semakin kau jauh dariku
Semakin sakit hatiku
Membuat aku tak sanggup
Menahan derai air mata

Hingga ku teteskan
Dan kucurahkan semua isi hati ini
Dalam bentuk tulisan
Semua karena ku masih sayang kamu

PUISI KELIMA

Di kala hati merasa gundah
Beban dikepala serasa tak dapat ditampung lagi
Amarah semakin memuncak
Kebimbangan membuat pertanyaan

Keresahan melanda hati
Pilu terasa menyesak di jantung
Ingin ku tumpuhkan semua butiran air mata ini
Hingga aku merasa puas

Tapi perjalan ini tak semudah itu
Ketika Ku tumpahkan butiran air mata
Masih banyak butiran butiran air mata selanjutnya
Yang semakin menyesakan dada

Ingin ku berteriak
“Hentikan kesedihan ini”
Tapi hanya butiran air dari pelupuk matalah yang bisa keluar
Dari hati yang terdalam

Ini perjalanan dari hidup
Tak bisa kau tebak
Tidak segampang bermain ular tangga
Ketika kau kocok dadu, Kau bisa tau kemana kau akan melanjutkan

Puisi Galau Puisi Galau

 

 

Puisi Galau

Puisi Galau Puisi Galau516
Posted by Admin: sro.web.id 0 Responses
   

Leave a Reply to this Post

You must be logged in to post a comment.

Sep
5
 
 
 
SUKA? KLIK LIKE DISINI YA