Obat Batuk Tradisional

 

Referensi: Sumber Rerefensi Online (http://sro.web.id)

Tema : Obat Batuk Tradisional

Tanggal Posting : 04-07-2012

 

Obat Batuk Tradisional

 

Referensi mengenai Obat Batuk Tradisional, semoga sumber referensi ini bisa berguna bagi yang ingin membacanya.

Bahasan Pertama :

Obat Batuk Tradisional

Obat batuk tradisional menjadi salah satu pilihan bagi mereka yang tidak ingin mengkonsumsi obat-obatan sintetis atau kimia. Hal ini disebabkan obat batuk tradisional dianggap lebih aman dan tidak mempunyai efek samping karena diracik dengan menggunakan bahan alami yang tumbuh di sekitar kita. Bila batuk tidak segera diatasi, dikhawatirkan akan memperburuk keadaan karena biasanya orang yang terserang penyakit batuk tidak punya nafsu makan sehingga ini akan membuat ia menjadi kurus. Apalagi bila batuk ini menyerang anak-anak. Lantas, bahan alami apa saja yang dapat digunakan sebagai obat batuk tradisional?

Jeruk Nipis Sebagai Obat Batuk Tradisional

Obat batuk tradisional yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat kita adalah jeruk nipis. Anda dapat menggunakan sari jeruk nipis sebagai obat batuk tradisional dengan berbagai cara. Yang pertama, campurlah 1 sdm sari jeruk nipis dengan 3 sdm madu dan 5 sdm air minum. Setelah itu, ramuan itu ditim sampai 30 menit. Untuk anak kecil, obat batuk tradisional ini dapat diminum 2x sebanyak ½ sdt, sedangkan untuk dewasa dapat diminum 3x sehari sebanyak 1 sdm. Jeruk nipis juga dapat digunakan dengan cara lain, yaitu dengan menambahkan 1 sdm jeruk nipis dengan beberapa tetes kecap manis. Anda dapat menggunakannya 3x sehari sebanyak 1 sdm sebagai obat batuk tradisional.

Jahe Sebagai Obat Batuk Tradisional

Obat batuk tradisional lain yang mudah dibuat adalah dengan menggunakan jahe. Jahe dipercaya dapat mengobati batuk dan juga pilek yang terkadang datang secara bersamaan. Hal ini karena jahe mempunyai khasiat untuk menghangatkan badan. Anda dapat menggunakan jahe sebagai obat batuk tradisional dengan cara ; memarut jahe sebanyak 1 rimpang dan merebusnya dengan 1 gelas air selama 20 menit. Setelah disaring, anda dapat menambahkan gula aren dan gula halus sesuai selera. Anda dapat meminumnya 3x sehari agar sembuh dari penyakit batuk. Jahe juga mempunyai manfaat untuk melegakan tenggorokan dan ini sangat baik digunakan sebagai obat batuk tradisional.

Kencur Sebagai Obat Batuk Tradisional Untuk Anak

Obat batuk tradisional lain yang dapat digunakan adalah rimpang kencur. Anda dapat menggunakan kencur sebagai obat batuk tradisional untuk anak dengan cara mencuci bersih 5 gram kencur yang kemudian diparut. Setelah itu, tambahkan 2 sdm air matang dan diaduk merata. Saring ramuan tersebut dan tambahkan lagi 1 sdm madu untuk menambah rasa. Anda dapat memberikan obat batuk tradisional ini pada anak anda sebanyak 2 atau 3x sehari. Nah, kencur pun cocok untuk dapat meredakan batuk anak dan ini sangat baik digunakan sebagai obat batuk tradisional (Ikatan Purnabhakti BKPM, 2012).

Bahasan Ke Dua

Obat Batuk Tradisional

Batuk merupakan refleksi dari pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Seseorang menderita batuk akibat rangsangan tertentu dari benda asing yang masuk ke dalam saluran pernafasan kemudian menstimulasi otak untuk segera memberikan sinyal agar mengeluarkannya melalui mekanisme batuk.
Penyebab batuk adalah akibat infeksi virus, bakteri maupun jamur. Bisa juga karena alergi terhadap suatu benda tertentu. Klasifikasi batuk berdasarkan atas produktifitasnya dalam menghasilkan dahak dibagi menjadi batuk kering (non produktif) dan batuk berdahak (batuk produktif). Sedang pengklasifikasian berdasarkan waktu terjadinya, dibedakan menjadi batuk akut dan batuk kronis.
Pengklasifikasian jenis batuk tersebut dimaksudkan untuk memudahkan dalam menentukan terapinya. Batuk berdahak bisa diberikan terapi dengan menggunakan obat batuk yang mengandung ekspetoran dengan fungsi bisa mengencerkan dahak, sedangkan batuk kering biasanya diterapi dengan obat batuk yang mengandung antitusif dan dekongestan yang berfungsi untuk menekan pusat batuk dan menurunkan aktifitas sel-sel radang.
Saat ini di pasaran telah banyak dijual bebas obat batuk yang kandungannya bermacam-macam. Anda bisa memilih obat penangkal batuk tersebut sesuai dengan jenis batuk dan kandungan yang tidak menimbulkan alergi atau efek samping yang justru akan memperparah batuk Anda. Benadryl DMP merupakan obat pereda batuk yang mengandung ekspektoran dengan bahan aktif di dalamnya berupa Difenhidramin HCl dan Amonium Hydrochloride yang berfungsi untuk meningkatkan pengeluaran dahak dan pengenceran dahak. Di pasaran harganya berkisar antara Rp. 35.000 sampai dengan Rp. 45.000 per botol.
Sedangkan pereda batuk yang sangat populer yaitu Vicks Formula 44 merupakan salah satu obat batuk untuk indikasi pengobatan batuk kering. Kandungan Dekstrometorfan HBr 5 mg, Doksilamin Suksinat 3 mg. dipercaya sangat efektif sebagai selensium dan antitusif yang mampu menekan batuk secara cepat. Harga Vicks Formula 44 cukup terjangkau dengan kisaran Rp. 8.000 sampai dengan Rp. 20.000.
Beberapa dokter masih meyakini bahwa Bisolvon yang mengandung bahan aktif Bromheksin HCl merupakan pereda batuk paling efektif karena mempunyai sifat menyerap cairan. Namun penggunaan obat-obatan golongan guafenisin seperti ini wajib diwaspadai. Pada kasus tertentu bisa menyebabkan kekeringan pada mulut dan lidah. Harga kisaran Bisolvon di pasaran berkisar Rp. 45.000 sampai dengan Rp. 55.000.
Selain obat-obat pilihan di atas, obat alami seperti madu ternyata tak kalah khasiatnya dalam meredakan batuk. Oleh karena itu madu bisa jadi pilihan bagi Anda yang lebih memilih pengobatan tradisional (Dyah Ayu Purnama Sari, 2012).

Beberapa jenis obat batuk tradisional
Batuk bukan merupakan penyakit, tetapi merupakan gejala suatu penyakit. Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk membersihkan saluran pernafasan.

Obat batuk yang biasa digunakan adalah yang mengandung antitusif, dekongestan, ekspektoran atau kombinasi. Untuk pengobatan selain obat konvensional juga bisa dengan pengobatan herbal.

Obat Batuk Tradisional

Berikut beberapa tanaman yang bisa digunakan untuk mengatasi batuk:

1. Rimpang Jahe (Zingebris Rhizoma)
Jahe dan sediaannya telah lama digunakan untuk pengobatan gejala flu. Efek tersebut dihubungkan dengan aktivitasnya sebagai imunomodulator. Selain itu beberapa senyawa yang terkandung di dalam Jahe dapat bermanfaat meningkatkan suhu tubuh. Uji klinis pada Jahe lebih banyak digunakan sebagai anti mual dan muntah.

2. Daun Mint (Menthae Folia)
Efek anti batuk: Sebagai ekspektoran. Minyak atsiri menstimulasi mukosa saluran pernafasan; meningkatkan atau mengencerkan sekresi lendir; memberikan rasa dingin; serta menurunkan tegangan permukaan paru-paru sehingga memperbaiki aliran udara yang masuk. Efek lain dari Daun Mint: Sebagai anti mikroba.

3. Rimpang Kencur (Kaemferaie Rhizoma)
Manfaat utama adalah mengatasi gangguan saluran pernafasan. Data efektifitas untuk gangguan pernafasan umumnya masih pada hewan coba. Penggunaan pada aromaterapi: untuk relaksasi, karminatif dan sedative. Penggunaan lain: Kosmetik di kulit. Aktifitas: Etil sinamat, asorelaksasi.

4. Buah Jeruk Nipis (Citrus Aurantii Fructus)
Penggunaan Jeruk Nipis untuk batuk lebih banyak dilakukan secara empiris. Manfaat kandungan Minyak atsiri: Sebagai aroma terapi pada saluran pernafasan. Manfaat kandungan Vitamin C : Dapat dihubungkan dengan aktivitasi munomodulator. Penelitian klinis saat ini untuk ekstrak terstandar (Sineprin) lebih banyak digunakan untuk mengontrol berat badan.

5. Herba Timi (Thymi Herb)
Thymi merupakan salah satu tanaman yang sudah lama digunakan sebagai antibatuk. Efek utama sebagai ekspektoran dan antis pasmodik. Aktivitas ini diduga terkait kandungan Minyak Atsiri (timol dan karvakrol), serta flavonoid. Pemberian minyak thimi secara oral dan intra muscular pada hewan coba, memperlihatkan stimulasi saluran pernapasan. Dalam uji klinik acak tersamar ganda pada 60 pasien keluhan batuk produktif. Penggunaan Sirup Thimi (3x10mL/hari) selama 5 hari, terbukti memberikan efek tidak berbeda nyata dengan bromheksin.

6. Biji Pala (Myristicae Semen)
Kandungan utama Biji Pala adalah minyak Atsiri. Penggunaan Biji Pala yang telah didukung kajian ilmiah adalah sebagai zat penenang dan karminatif. Penelitian pada hewan membuktikan Biji Pala dapat meningkatkan durasi waktu tidur.

7. Akar Manis (Glycyrrhizae Radix)
Akar Manis merupakan bahan baku utama untuk OBH (Obat Batuk Hitam). Perkembangan Obat Batuk Hitam kini dikombinasi dengan obat konvensional. Kandungan utama Akar Manis adalah Glisirisin (Pian Uhuy, 2012).

DAFTAR PUSTAKA

Dyah Ayu Purnama Sari, 2012. Berbagai jenis obat batuk | Pengobatan Alternatif [WWW Document]. URL
http://pusatmedis.com/berbagai-jenis-obat-batuk_750.htm
Ikatan Purnabhakti BKPM, 2012. Obat Batuk Tradisional [WWW Document]. Ikatan Purnabhakti BKPM. URL
https://ipbkpm.wordpress.com/2012/04/30/obat-batuk-tradisional/
Pian Uhuy, 2012. 7 Obat Batuk Tradisional | Unik Euy [WWW Document]. URL
http://unikeuy.blogspot.com/2012/03/7-obat-batuk-tradisional.html
 
 
Ramuan obat batuk tradisional Obat Batuk Tradisional

Incoming search terms:

  • obat batuk herbal untuk anak
  • obat batuk tradisional untuk anak
  • obat batuk untuk anak
  • obat batuk anak alami
  • OBAT BATUK ANAK HERBAL
Posted by Admin: sro.web.id 0 Responses
   
 

Leave a Reply to this Post

You must be logged in to post a comment.

Sep
5
 
 
 
SUKA? KLIK LIKE DISINI YA